KERJA LUAR NEGERI, TKI Profesional

Sudah saatnya TKI Indonesia yang berkiprah adalah "TKI Profesional" (Expat) [...]

BANYAK DEMAND!

Banyak Demand yang mengejar "TKI Profesional" (Expat) Indonesia yang terkenal rajin, loyal dan sopan.! [...]

BANYAK DEMAND LAGI!

Tidak hanya demand "TKI Profesional" (Expat) dari Korsel... Afsel juga butuh IT Profesional ! [...]

[...]

CALL for "TKI Profesional"/Expat untuk share

Blog ini memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada para "TKI Profesional" (Expat) dari berbagai bidang yang telah berpengalaman berkarya dan kerja luar negeri untuk mengirimkan artikel kepada kami [...]

TEMA KIRIM ARTIKEL

Sahabat "TKI Profesional" (Expat) yang berkenan sharing, berikut adalah tema artikel untuk inspirasi [...]

Sunday, April 28, 2013

Strategi Bekerja di Luar Negeri by Gabriel Montadaro

Di akhir dekade 1990-an hingga awal 2000-an, saya masih jarang bertemu dengan ekspat dari Indonesia. Kalau pun bertemu orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, biasanya tenaga kerja informal yang bekerja sebagai domestic worker ataupun kerja di restoran. Di level tenaga ahli, umumnya teman-teman Indonesia bekerja di ladang minyak atau awak kapal, dari kapal kontainer, tanker hingga kapal wisata Cruise Line.

Namun, menjelang pertengahan dekade 2000-an, saya mulai banyak bertemu profesional Indonesia yang menjadi ekspat di negara lain. Selain karena rotasi kerja di luar negeri yang memang sangat umum dilakukan perusahaan multinasional dalam rangka meningkatkan kualitas karyawannya, juga mulai banyak perusahaan Indonesia yang membuka pabrik ataupun perwakilan di luar negeri, terutama di kawasan ASEAN dan Timur Tengah.

Saat ini, menjadi tenaga kerja asing di sektor formal di negara orang bukan lagi hal aneh bagi warganegara Indonesia. Nah, bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan sebagai profesional atau tenaga kerja formal di luar negeri, berikut adalah beberapa cara yang bisa ditempuh. Cara yang paling klasik untuk mendapatkan kerja di luar negeri adalah dengan merintis karier di perusahaan multinasional.

Cari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan, minat dan bakat Anda, berusahalah bergabung di perusahaan multinasional besar yang punya kredibilitas bagus. Menarik untuk diketahui, perusahaan multinasional pertama muncul di Indonesia, tepatnya di tahun 1602, yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat Perusahaan Hindia Timur Britania.

Yang ingin jadi pemasar profesional atau manajer merek,bisa mulai meniti karier di perusahaan multinasional, misalnya Unilever, Procter& Gamble, Danone, Philips atau L’Oreal. Sementara bagi yang ingin jadi profesional di dunia periklanan, bisa bergabung dengan WPP Group. Begitu pula dengan para insinyur atau programmer, kesempatannya sangat luas untuk bisa berkarier di luar negeri sebagai enjinir dan pengembang software dengan merintis karier di korporat multinasional raksasa, seperti Toyota, IBM, Microsoft, Intel, RIM dan lain lain.

Teknik lain yang saya anggap punya kesempatan luas adalah dengan bergabung ke perusahaan nasional yang produknya berorientasi ekspor, misalnya Asia Pulp and Paper, atau perusahaan nasional yang memang sedang menggebu-gebu berekspansi ke pasar regional ataupun internasional.

Sejalan dengan persiapan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA), sejak pertengahan dekade 2000-an banyak perusahaan nasional yang berekspansi ke pasar internasional dengan membuka kantor perwakilan, bahkan pabrik di berbagai negara Asia, Timur Tengah hingga Afrika, antara lain, Grup Sayap Mas Utama, Mayora, Kalbe Farma, Dexa Medica, dan Grup Orang Tua.

Yang sedikit sulit adalah menggunakan cara melamar kerja ke negara yang ingin dituju. Ini cara yang agak sulit dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah dibanding cara pertama dan kedua, terkecuali Anda adalah profesional atau expert di bidang tertentu, misalnya dokter spesialis, software engineer, apps developer, dsb.

Cara melamar kerja di luar negeri ini bisa dilakukan secara langsung dengan mengirimkan curriculum vitae (CV) Anda ke perusahaan yang dituju, atau cara paling mudah adalah dengan melihat website perusahaan itu. Biasanya perusahaan, terutama multinasional yang besar punya website dengan folder khusus bertuliskan, Work Application atau Career with Us. Tinggal dilihat apakah ada lowongan karier yang diminati atau Anda bisa sekadar “titip CV” untuk dimasukkan ke database mereka.

Cara yang sedang ngetren saat ini adalah lewat jalur dunia maya atau online, yang bisa dibagi menjadi beberapa channel, yaitu social media people, social media apps dan online job search sites. Jalur media sosial, suka atau tidak, meledaknya perkembangan media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+, LinkedIn, sedikit banyak membawa kultur baru dan mengubah lanskap cara orang berkenalan ataupun jejaring dengan orang lain. Media sosial memberikan dampak positif, dimana kita bisa berkenalan dengan orang dengan interes yang sama.

Khusus untuk social media apps, kita bisa memanfaatkan LinkedIn.com. Ini adalah aplikasi media sosial yang diperuntukkan khusus bagi para pencari kerja dan jejaring ke sesama profesional. Hingga saat ini sudah lebih dari 160 juta profesional di berbagai negara yang telah bergabung di LinkedIn, termasuk para head-hunter and recruitment professional. LinkedIn memberikan “akses” kepada kita untuk memperkenalkan dan “memasarkan” diri, terutama karier profesional kita kepada rekan profesional lain ataupun head-hunter, baik di dalam maupun luar negeri. Dari pengalaman saya, LinkedIn termasuk media yang powerful dan kredibel, yang mana lumayan sering mendapat telepon atau e-mail dari para head-hunter ataupun top management dari perusahaan lain yang tertarik dengan CV saya.

Jalur ketiga secara online adalah melamar kerja lewat situs job search. Saat ini ada banyak situs online job search, misalnya JobsDb.com dan Jobstreet.com yang punya jaringan dari Asia, Australia hingga Amerika Serikat. Di beberapa negara juga beroperasi situs pencari kerja yang memang khusus untuk info lowongan di negara tersebut, misalnya ingin mencari kerja di Vietnam, bisa akses ke VietnamWorks.com.

Selain cara yang sudah saya sebut di atas, jangan lupakan teknik pemasaran yang paling kuno, yaitu dengan memanfaatkan jejaring yang ada alias lewat referensi teman. Ini cara yang sedikit sulit, perlu usaha keras, tetapi peluang suksesnya tinggi. Faktor utama yang menjadi kunci sukses Anda dalam mendapatkan referensi teman adalah kredibilitas. People will be more than happy to give you referral or reference you to join the company if they felt secure and confident on your credibility. Artinya, dia yakin Anda bisa dipercaya dan tidak akan mempermalukan dia dikemudian hari.

Source: Gabriel Montadaro http://gabrielmontadaro.wordpress.com
Gabriel Montadaro, diaspora, profesionel, luar negeri, Indonesia

Saturday, August 4, 2012

Korea Selatan berharap dapatkan TKI kerja luar negeri lulusan terbaik

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Korea Selatan berharap mendapat tenaga kerja Indonesia (TKI) lulusan terbaik dari 27.244 peserta tes kemampuan berbahasa Korea serentak di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, Sabtu (16/6) hingga Minggu.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, menyebutkan harapan pemerintah Korea Selatan itu disampaikan oleh Wakil President of Global Workplace Human Resources Development of Korea Choon-Bok Lee.

Pernyataan Choon itu disampaikan ketika meninjau pelaksanaan "Employment Permit System Test of Proficiency in Korean" (EPSTOPIK) calon TKI di Kampus Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung, Sabtu (16/6).

Menurut Choon, pelaksanaan EPS TOPIK 2012 ini berjalan dengan tertib, baik dan aman.

Choon mengapresiasi kinerja petugas BNP2TKI yang telah menyiapkan pelaksanaan dan pengawasan tes dengan sangat baik.

"Yang lulus ujian EPS TOPIK akan berpeluang lebih baik diterima di perusahaan Korea," katanya.
Ia menilai, saat ini banyak pengusaha Korea yang menginginkan pekerja dari Indonesia yang dikenal rajin, loyal dan sopan.

Tes kecakapan bahasa Korea atau EPS TOPIK (Employment Permit System Test of Proficiency in Korean) tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja sama dengan HRD Korea.

Deputi Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noch menyebutkan total pendaftar ujian EPS TOPIK 2012 sebanyak 28.084 orang itu terdiri atas 3.850 orang yang mendaftarkan diri melalui Universitas Esa Unggul Jakarta, 8.541 orang pendaftar melalui Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung, 10.290 orang pendaftar melalui Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, dan 5.403 orang pendaftar melalui Universitas Dr Soetomo Surabaya.

Setelah diseleksi secara administrasi oleh Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea) selaku wakil pemerintah Korea Selatan yang menyeleksi calon tenaga kerja asing di negeri Ginseng itu, ada 840 orang dinyatakan gugur sehingga jumlah peserta tes EPS TOPIK 2012 ini menjadi 27.244 orang.
"Uang pendaftaran yang telah disetor dari mereka yang gagal secara administratif itu akan dikembalikan melalui rekening yang bersangkutan," katanya.
Jumlah peserta ujian EPS TOPIK 2012 itu lebih banyak dibandingkan peserta pada 2011 sebanyak 19.919 orang


Ade mengatakan Indonesia mendapat kuota untuk menempatkan TKI ke Korea sebanyak 9.900 orang, 8.900 orang di antaranya untuk sektor manufaktur dan 1.000 orang untuk sektor perikanan.
"BNP2TKI berupaya mengajukan tambahan kuota lagi kepada HRD Korea, katanya.
Dalam surat HRD Korea bernomor: EPST - 990 tanggal 12 April 2012 perihal Pengumuman Ujian EPS TOPIK Tahun 2012  disebutkan jumlah peserta yang lulus dapat berubah sesuai dengan kebutuhan di Korea.
"Mudah-mudahan pengajuan tambahan kuota itu bisa dikabulkan," kata Ade.
Sementara itu Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih menjelaskan ada beberapa ketentuan yang harus diikuti peserta ujian EPS TOPIK 2012 antara lain setiap peserta tes hanya diperbolehkan mengikuti tes sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Peserta sesi pertama (pukul 09.00 - 11.00 WIB) yang terlambat tidak bisa mengikuti tes sesi kedua (13.00 - 15.00 WIB).


Selain itu, setiap peserta tes dalam mengisi lembar jawaban harus menggunakan ballpoint/pulpen berwarna hitam, dan peserta harus memastikan jawabannya karena mengoreksi jawaban yang salah tidak diperbolehkan. Haposan menegaskan penempatan TKI ke Korea Selatan berdasarkan kerja sama pemerintah RI dan Korea Selatan (G to G) sejak 2004 berupa nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan Kementerian Tenaga Kerja dan Perburuhan Korsel pada 13 Juli 2004 dan diperbarui terakhir pada 14 Oktober 2010. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono
Minggu, 17 Juni 2012 08:56 WIB
Source: http://www.antaranews.com/berita/316533/korea-selatan-berharap-dapatkan-tki-lulusan-terbaik

Afrika Selatan butuh TKI Kerja Luar Negeri Bidang Teknologi Informasi

Statistik Kerja Luar Negeri 2011 - 2012

Berikut adalah Statistik TKI Kerja Luar Negeri, meliputi: Daerah Asal, Jenis Kelamin, Negara Tujuan dan Sektor Penyerap TKI dan Jenis Pekerjaan TKI tahun 2011 - Juni 2012. Sumber data: BNP2TKI.

1. Daerah Asal TKI Kerja Luar Negeri

Daerah Asal TKI Kerja Luar Negeri 2011 s/d Juni 2012, terlihat pada tabel 01 bahwa daerah asal TKI sangatlah tersebar, daerah asal terbesar adalah Indramayu dengan proporsi 4.3%. Jadi tidak ada yang terlalu dominan, sebaran cukup merata.

Tabel 1. Daerah Asal TKI





































2. Distribusi Negara Tujuan dan Jenis Kelamin TKI Kerja Luar Negeri  2007 - Juni 2012

Penempatan Berdasarkan Jenis Kelamin (50 Besar Penempatan per Tahun Berdasar Jenis Kelamin) terlihat bahwa Perempuan mendominasi kecuali Malaysia, Brunei, Korsel, USA, Italia, Jepang, Aljazair, Afsel, Spanyol, RRC, Thailand, Selandia Baru, Fiji, Australia, Nigeria, Mauritius, Brazil, Belanda, dst.

Negara penyerap tenaga kerja TKI terbanyak adalah sbb.
  1. Saudi Arabia 26.23%
  2. Malaysia 9.68% 
  3. Taiwan 5.72% 
  4. Singapore 5.52%  
  5. United Emirate Arab 5.36% 
  6. Hong Kong 2.67% 
  7. Kuwait 1.89% 
  8. Qatar 1.28% 
  9. Yordania 1.26% 
  10. Oman 1.17% 
  11. Brunai Darussalam 1.08% 
  12. Korea Selatan 0.47%
 Berikut selengkapnya adalah detail Tabel Distribusi Negara Tujuan dan Jenis Kelamin.

Tabel 2. Distribusi Negara Tujuan dan Jenis Kelamin TKI Kerja Luar Negeri 2011 2012

3. Distribusi Negara Tujuan dan Sektor Formal/Informal TKI Kerja Luar Negeri  2007 - Juni 2012

Jika anda adalah Skilled Worker/Profesional, anda dapat mempelajari urutan secara proporsi negara penyerap TKI sektor formal tsb di bawah ini.
  1. Malaysia             820,916
  2. Saudi Arabia         86,496
  3. Taiwan               54,132
  4. Korea Selatan        41,810
  5. Brunai Darussalam    37,013
  6. Amerika Serikat      19,245
  7. United Emirate Arab  19,205
  8. Qatar                14,167
  9. Singapore            11,155
  10. Kuwait               5,749 
  11. Italia               5,451 
  12. Hong Kong            3,394 
  13. Jepang               3,389 
  14. Aljazair             3,132 
  15. Oman                 2,554 
  16. Afrika Selatan       2,262 
  17. Yordania             2,111 
  18. Spanyol              1,950 
  19. Bahrain              1,790  
  20. Turki                  1,289         
    Selengkapnya berikut Tabel Negara Tujuan dan Sektor Serapan Tenaga Kerja.
    Tabel 3. Negara Tujuan dan Sektor Formal/Informal Penyerap TKI Kerja Luar Negeri


    4. Jenis Pekerjaan TKI Kerja Luar Negeri

    Dari Tabel berikut ini kita dapat memyimpulkan bahwa penyerapan tenaga kerja mayoritas adalah kelompok pekerjaan level dasar.

    Terbukti sektor level dasar yang sangat menyerap tenaga kerja ini masih sangat membutuhkan supply.
    Akan tetapi, seiring dengan rencana pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKI PRT pada tahun 2017, terlihat Indonesia belakangan mulai aktif mengirimkan tenaga kerja terdidik seperti mekanik, teknisi, engineer, chief engineer.

    Tabel 4. Jenis Pekerjaan Penyerap TKI Kerja Luar Negeri

     




































    Cuti Lebaran, TKI Kerja Luar Negeri Bawa Pulang Uang Total Rp 100 Miliar

    KENDAL, KOMPAS.com — Liburan Lebaran nanti tenaga kerja wanita (TKW) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kendal, Jawa Tengah, bakal banyak yang mudik. Total uang yang akan dibawa para pahlawan devisa negara ini diperkirakan mencapai Rp 100 miliar.

    Sebagian besar yang pulang cuti Lebaran berasal dari Hongkong dan Singapura. Para TKW-TKI bakal cuti selama dua minggu pada H-7 dan H+7 Lebaran.

    "Orang Kendal memang banyak yang bekerja ke Hongkong dan Singapura," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sutiyono, Senin (23/7/2012).
    Sutiyono mengaku, banyak warga Kendal memilih kerja di Hongkong dan Singapura karena gajinya menjanjikan dan keamanan terjamin. "TKW dan TKI yang akan mudik Lebaran diperkirakan mencapai 1.500 orang,"  jelasnya.

    Para TKW-TKI ini, lanjut Sutiyono, akan berlibur di kampung halamannya selama dua minggu, setelah itu mereka balik lagi ke negara tempat kerja masing-masing.

    Menurutnya, rata-rata para TKI-TKW ini pulang dengan membawa uang masing-masing sekitar Rp 25 juta. Uang hasil memeras keringat di negeri orang ini sebagian besar masih digunakan untuk konsumsi.
    Lebih lanjut, Sutiyono menjelaskan bahwa pahlawan devisa asal Kendal selama ini mampu mengirim uang sebesar Rp 250 miliar per tahun. Sebagian besar dari mereka mengirimkan uang lewat bank.

    Editor :
    Farid Assifa

    Penulis : Kontributor Kendal, Slamet Priyatin | Senin, 23 Juli 2012 | 22:54 WIB
    Source: http://regional.kompas.com/read/2012/07/23/22543279/Cuti.Lebaran.TKI.Bawa.Pulang.Uang.Total.Rp.100.Miliar

    116 Negara Buka Lowongan Kerja Luar Negeri Non-Pembantu

    VIVAnews - Peluang Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri makin terbuka lebar. Kini ada 116 negara yang membuka pintu bagi TKI, dan tidak melulu menjadi pembantu rumah tangga.
    Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat menyatakan, pasar tenaga kerja formal di luar negeri yang banyak tersedia tersebut antara lain untuk industri, perhotelan dan perminyakan.

    "Bagi para tenaga kerja kita yang kebetulan belum mendapat pekerjaan di Indonesia masih banyak peluang lowongan di luar negeri hampir di seluruh negara," ujar  Jumhur usai Rapat Koordinasi Program Penciptaan Lapangan Kerja di Kantor Wapres RI, Jakarta, Selasa 24 Juli 2012. 

    Meskipun begitu, menurut Jumhur, banyak peluang kerja yang dibutuhkan oleh sejumlah negara masih kerap sulit dipenuhi oleh BNP2TKI karena tenaga kerja yang tersedia di dalam negeri tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.  

    Oleh karena itu, BNP2TKI bekerjasama dengan kementerian demi membantu mengadakan tenaga kerja yang dapat memenuhi kualifikasi yang disyaratkan pasar luar negeri tersebut.

    "Untuk itu kami sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa membantu dan menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kemampuan yang diminta pasar," kata Jumhur.  

    BNP2TKI juga sudah membangun data suplai dengan sejumlah politeknik dan SMK yang bisa saling terhubung untuk dapat merekrut TKI jika ada permintaan tenaga kerja di suatu negara.  

    BNP2TKI berharap Jumlah TKI formal yang bekerja di luar negeri akan kian bertambah setiap tahun.

    "TKI non-PRT kita di luar negeri pada tahun 2011 mencapai 263 ribu orang, dan tahun 2012 ditargetkan 300 ribu orang. Kita harap terus mengalami peningkatan, supaya makin banyak diaspora Indonesia kan," kata Jumhur. (umi)

    Selasa, 24 Juli 2012, 14:42 Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam
    Source: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/338325-116-negara-buka-lowongan-kerja-non-pembantu

    BNP2TKI-BRI Fasilitasi KUR untuk TKI Kerja Luar Negeri

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sofyan Basyir, di Jakarta, Kamis (22/12/2011) menandatangani nota kesepahaman tentang pemberian fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada calon TKI (tenaga kerja Indonesia).

    "Penandatanganan itu sudah dilakukan pagi tadi," ujar Jumhur, Kamis (22/12/2011) malam.
    Nota kesepahaman itu, antara lain menyebutkan pemberian kredit bagi calon TKI dengan skema penempatan pemerintah. Payung hukumnya Undang Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2006 tentang BNP2TKI, dan Standar Operasional dan Prosedur KUR TKI Nomor: KEP-15/D.I.M.EKON/10/2011 tanggal 5 Oktober 2011.

    Jumhur menjelaskan, BNP2TKI dan pihak BRI bersepakat memfasilitasi penyaluran KUR TKI untuk mendukung program penempatan TKI sektor formal oleh pemerintah.
    Soal penempatan TKI oleh pemerintah, menurut Jumhur, penempatan TKI ke luar negeri atas dasar perjanjian secara tertulis antara Pemerintah RI dengan pemerintah negara tujuan penempatan (Government to Government/G to G) atau program kerja sama Pemerintah RI dengan pengguna perusahaan di negara tujuan penempatan (Government to Private/G to P).

    Adanya nota kesepahaman itu, akan menjadi dasar hukum para pihak dalam melaksanakan kerja sama penyaluran fasilitas KUR TKI, sehingga mempermudah proses penempatan TKI sektor formal yang akan bekerja pada pengguna berbadan hukum di luar negeri.

    "KUR ini untuk meringankan pembiayaan calon TKI dalam penyiapan keberangkatannya," ujar Jumhur.
    Sasaran pemberian KUR TKI adalah calon TKI yang telah direkrut, dilatih, dan akan segera ditempatkan di luar negeri.

    "Para TKI formal program G to G yang ditempatkan BNP2TKI ke Korea Selatan dapat memperoleh pinjaman KUR TKI sebesar Rp 9,1 juta, dan untuk calon TKI ke Malaysia melalui program G to P sekitar Rp 4-5 juta guna penyiapan keberangkatannya," kata Jumhur.

    Namun besarnya pengajuan KUR TKI juga bisa di atas Rp 10 juta, dan bahkan berskala puluhan juta yang disesuaikan kebutuhan pemberangkatan TKI ke luar negeri.

    Penulis : Imam Prihadiyoko | Kamis, 22 Desember 2011 | 21:55 WIB
    Editor :
    Agus Mulyadi

      • Popular
      • Categories
      • Archives